Home / Ekbis

Selasa, 8 September 2026 - 11:34 WIB

Harga Gabah di Aceh Utara Melonjak Jadi Rp 7.800 per Kilogram

REDAKSI

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Gunawan sampaikan harga gabah di tingkat petani naik jadi Rp 7.800/kg pada musim panen ini.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Gunawan sampaikan harga gabah di tingkat petani naik jadi Rp 7.800/kg pada musim panen ini.

ACEH UTARA — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Gunawan, menyampaikan bahwa harga gabah di tingkat petani mengalami kenaikan hingga Rp 7.800 per kilogram pada musim panen kali ini. Angka tersebut naik sebesar Rp 600 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya yang berkisar antara Rp 7.200 hingga Rp 7.500 per kilogram, serta berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Baca Juga :  Perkuat Transaksi Ritel UMKM, BSI Aceh Optimalkan Ekosistem Pasar

Gunawan menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh masa panen yang belum merata di seluruh wilayah kabupaten, meski kualitas gabah dari beberapa daerah yang telah memanen dinilai sangat baik. Pasca-banjir besar pada akhir tahun lalu, kualitas hasil produksi awal secara keseluruhan belum dapat dipastikan karena jadwal panen petani yang tidak serentak.

Dampak banjir besar juga masih menyisakan 649 hektare sawah kategori rusak berat yang belum bisa ditanami kembali. Lahan-lahan tersebut membutuhkan perbaikan irigasi tersier, penanganan sedimentasi, normalisasi saluran sekunder, hingga pembangunan jaringan air baru. Gunawan menyebutkan keterbatasan dana menjadi kendala utama karena pembenahan sejauh ini hanya mengandalkan bantuan Kementerian Pertanian tanpa alokasi Transfer Keuangan Daerah dari APBA maupun APBK.

Baca Juga :  Perkuat sinergisitas, Dewas Perum Bulog laksanakan Audiensi dengan Pangdam IM

Guna mengatasi persoalan air yang memicu lahan terbengkalai akibat rusaknya tanggul dan bendungan, Dinas Pertanian Aceh Utara terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan. Sebagai solusi jangka pendek, petani diimbau mengalihkan pemanfaatan lahan rusak tersebut untuk tanaman hortikultura. Sementara itu, untuk ketersediaan pupuk hingga Juli 2026, realisasi Urea telah mencapai 54 persen dan NPK mencapai 64 persen dengan tambahan alokasi sebesar 700 ton.

Baca Juga :  Semen Indonesia Perkuat Pasokan di Aceh, Direktur Operasi Tinjau Langsung Fasilitas Produksi dan Distribusi

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Gampong Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya dan Alam di Sabang

Ekbis

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

Ekbis

Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Barat Melonjak, Pasokan Ayam dan Daging Sapi Ikut Tertekan

Ekbis

BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen dan Aceh Timur

Ekbis

Peluang Karier Perbankan: Bank Mandiri Taspen Buka Lowongan Officer Development Program (ODP)

Ekbis

Bupati Aceh Besar Kunjungi Peternakan Ayam Petelur di Cot Suruy

Ekbis

Jaga Kedaulatan Bangsa, Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Aceh

Ekbis

Bank Aceh Lhokseumawe Luncurkan ATM Drive Thru,Pelayanan Perbankan Lebih Mudah di Resmikan Wali Kota Lhokseumawe