Home / Ekbis

Rabu, 9 September 2026 - 11:01 WIB

Aceh Bukukan Surplus Perdagangan USD 105,40 Juta di Semester I 2026, Ekspor Didominasi Batu Bara

REDAKSI

Kanwil DJBC Aceh mencatat Provinsi Aceh surplus perdagangan USD 105,40 juta pada Januari-Juni 2026.

Kanwil DJBC Aceh mencatat Provinsi Aceh surplus perdagangan USD 105,40 juta pada Januari-Juni 2026.

Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat Provinsi Aceh membukukan surplus perdagangan sebesar USD 105,40 juta selama periode Januari hingga Juni 2026. Capaian ini bersumber dari nilai devisa ekspor sebesar USD 366,66 juta (sekitar Rp6,3 triliun) dengan total berat bersih 7,09 juta ton, berbanding nilai devisa impor sebesar USD 261,26 juta (sekitar Rp4,49 triliun).

Struktur Ekspor Aceh

Komoditas ekspor Aceh didominasi oleh tiga kelompok utama yang menyumbang 97,1% dari total devisa:

  • Produk Mineral: USD 261,93 juta (71,4% dari total ekspor).
  • Sektor Perkebunan: USD 64,51 juta (17,6% dari total ekspor).
  • Minyak Sawit Mentah (CPO): USD 29,74 juta (8,1% dari total ekspor).
Baca Juga :  Pengurus PWI Nagan Raya Silaturahmi ke Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Jeuram

Detail Komoditas Utama Ekspor

  • Batu Bara: Menjadi komoditas mineral utama dengan total devisa USD 261,59 juta. Ekspor berasal dari Kabupaten Aceh Barat (USD 205,79 juta) dan Nagan Raya (USD 55,80 juta). Tiga eksportir utama mencakup PT Mifa Bersaudara (72,87%), PT Bara Energi Lestari (21,33%), dan PT Media Djaya Bersama (5,79%). Negara tujuan ekspor didominasi India (83,93%), diikuti China, Thailand, dan Vietnam.
  • Perkebunan: Didominasi komoditas kopi, teh, maté, dan rempah-rempah yang menyumbang 90,78% devisa sektor ini.
  • CPO: Diekspor seluruhnya oleh PT Agro Murni sebesar 25,67 ribu ton (USD 29,74 juta) dengan negara pembeli Singapura dan tujuan pengiriman fisik ke India.
Baca Juga :  BPS Aceh Catat NTP Agustus 2026 Naik 0,59 Persen Berkat Kopi dan Cabai Rawit

Dinamika Tren Ekspor

Nilai devisa ekspor pada Kuartal II 2026 mencapai USD 195,18 juta (naik 13,82% dari Kuartal I), meski total berat bersihnya turun 7,19%. Puncak ekspor tertinggi terjadi pada Juni 2026 sebesar USD 85,31 juta (melonjak 61,31% dibanding Mei), yang didorong kenaikan Harga Batu Bara Acuan (HBA) serta volume pengiriman.

Baca Juga :  Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Aceh Masih dalam Tahap Kajian

Struktur Impor Aceh

Aktivitas impor Aceh didominasi komoditas gas dengan porsi 97,96% dari total devisa impor:

  • Butana: USD 132,56 juta.
  • Propana: USD 123,36 juta.

Amerika Serikat menjadi negara asal barang utama untuk kedua komoditas ini dengan nilai USD 237 juta (93%). Dari sisi negara pemasok, AS memimpin dengan 37%, diikuti Uni Emirat Arab (32%), Singapura (18%), serta Aljazair dan Norwegia (masing-masing 7%). Puncak impor tertinggi terjadi pada Mei 2026 dengan nilai USD 89,16 juta dan berat bersih 122,16 ribu ton.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Ekbis

​CEO Samira Travel Bakar Semangat Ratusan Mitra di Aceh, Bagikan Tiket Umroh Gratis

Ekbis

Nasabah Bullion BSI Melonjak 700℅, Fee Based Income Bisnis Emas Naik 712℅

Ekbis

BBPOM Aceh dan BPPMHKP Perkuat Pengawasan Pangan Segar Hasil Perikanan di Pasar

Ekbis

BI: Indonesia Kedatangan Rp2,83 Triliun Modal Asing Minggu Ini

Ekbis

Bank Aceh Lhokseumawe Luncurkan ATM Drive Thru,Pelayanan Perbankan Lebih Mudah di Resmikan Wali Kota Lhokseumawe

Ekbis

Potensi Tambang Aceh: Akademisi USK Soroti Regulasi, Tambang Ilegal, hingga Dualisme Kewenangan

Aceh

BPKA Ajak Pemilik Kendaraan Bermotor di Aceh Mutasi ke Plat BL