ACEH UTARA – Konferensi ke-23 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, menetapkan Asnawi, S.Pd., sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PGRI Langkahan periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam konferensi yang berlangsung di Aula UPTD Tanah Jambo Aye, Senin (2/11/2026).
Sidang pemilihan dipimpin Wakil Ketua I Pengurus Daerah (PD) PGRI Aceh Utara, Muliadi, S.Pd., yang dikenal dengan sapaan Syeh Muliadi. Ia hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Dr. H. Jamaluddin, S.Pd., M.Pd.
Dalam amanat yang disampaikan melalui perwakilannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara menegaskan bahwa cita-cita Aceh Utara Bangkit yang digagas Bupati H. Ismail A. Jalil, SE., MM. (Ayah Wa), tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan berkualitas.
“Cita-cita Aceh Utara Bangkit tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi semata, tetapi juga sangat membutuhkan sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan berkualitas dan dukungan konkret terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.”
Usai terpilih, Asnawi menegaskan bahwa PGRI harus menjadi organisasi yang aktif memperjuangkan aspirasi guru dan tenaga kependidikan, bukan sekadar wadah formal. Ia berkomitmen membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah serta pihak terkait untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi tenaga pendidik.
“PGRI harus hadir bukan sekadar sebagai organisasi formal, melainkan menjadi wadah perjuangan yang mampu menyampaikan aspirasi dan persoalan guru melalui komunikasi serta koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait,” ujar Asnawi saat ditemui di kawasan Kota Panton Labu seusai konferensi.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian kepengurusan baru adalah memperjuangkan perubahan status guru dan tenaga kependidikan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu sesuai kebijakan pemerintah. Selain itu, Asnawi juga menyoroti pentingnya perlindungan profesi dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan kepastian status dan dukungan terhadap guru. Dengan demikian, tenaga pendidik dapat menjalankan tugas secara optimal dalam membentuk generasi penerus yang cerdas dan berkarakter.
Asnawi juga mengajak seluruh anggota PGRI Langkahan menjaga kekompakan dan solidaritas dalam menjalankan organisasi. Ia menilai perbedaan pendapat harus menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan terbaik melalui musyawarah, bukan menjadi sumber perpecahan.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Langkahan, Rusli, S.Pd., M.Pd., berpandangan bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan sinergi antara organisasi guru, pemerintah daerah, dan seluruh satuan pendidikan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pembangunan sektor pendidikan dapat berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Konferensi ke-23 PGRI Langkahan turut dihadiri perwakilan pengurus PGRI Aceh, kepala sekolah dan madrasah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, serta perwakilan guru se-Kecamatan Langkahan. Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan mampu mengawal aspirasi tenaga pendidik sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
Penulis: Reza Fadlian
Editor: Dahlan









