Home / Parlementarial / Pemerintah

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:06 WIB

DPR Aceh Desak Pemerintah Evaluasi Tata Niaga dan Distribusi Semen akibat Kelangkaan dan Lonjakan Harga

REDAKSI

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRA Muhammad Rizky mendesak Pemerintah Aceh segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata niaga dan distribusi semen di Aceh, Jum'at 31/07/2026.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRA Muhammad Rizky mendesak Pemerintah Aceh segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata niaga dan distribusi semen di Aceh, Jum'at 31/07/2026.

Banda Aceh — Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Muhammad Rizky, mendesak Pemerintah Aceh untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata niaga dan distribusi semen di Tanah Rencong.

Langkah ini diambil guna menyikapi kelangkaan serta melonjaknya harga semen di berbagai wilayah Aceh dalam sepekan terakhir. Muhammad Rizky menilai situasi ini bukan sekadar persoalan dinamika pasar biasa, melainkan ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi, percepatan pemulihan masyarakat pascabencana, serta keberlangsungan pembangunan infrastruktur daerah.

“Kelangkaan semen ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang sedang membangun rumah, pelaku usaha konstruksi, hingga proyek-proyek pemerintah yang membutuhkan kepastian pasokan material,” ujar Muhammad Rizky, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga :  Camat Husaini Dorong Sekolah Jadi Ruang Nyaman Belajar dan Ramah Anak

Menurut Rizky, Aceh sebagai daerah yang memiliki industri semen semestinya tidak mengalami persoalan distribusi yang berkepanjangan. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata niaga dan distribusi semen agar pasokan dapat kembali normal.

Selain evaluasi, ia meminta Pemerintah Aceh segera memanggil seluruh pemangku kepentingan—mulai dari produsen, distributor, hingga instansi terkait—untuk mengidentifikasi penyebab utama dari kelangkaan tersebut.

Baca Juga :  Komisi I DPRA Terima Laporan KPI Aceh: Pengawasan Penyiaran Kini Merambah Digital

Rizky menegaskan, apabila ditemukan adanya praktik penimbunan, permainan distribusi, atau tindakan lain yang merugikan masyarakat, maka aparat penegak hukum harus mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, pihak DPRA berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga diperoleh solusi yang memberikan manfaat serta kepastian bagi masyarakat, mengingat sektor konstruksi berdampak langsung pada perekonomian masyarakat pascabencana.

“Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban akibat lemahnya pengawasan distribusi. Pemerintah Aceh harus memastikan kebutuhan dasar pembangunan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar,” tegasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRA Armiyadi Minta Pemerintah Aceh Evaluasi Izin Indomaret dan Alfamart

Ia pun berharap Pemerintah Aceh tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga mampu membangun sistem distribusi yang lebih efektif agar persoalan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

“Pemerintah harus mampu menjamin ketersediaan semen di seluruh wilayah Aceh sehingga pembangunan daerah dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan normal kembali,” pungkas Muhammad Rizky.  [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Bunda Salma Kecam Keras Pengeroyokan Tokoh Masyarakat Aceh di Mapolda Metro Jaya

Parlementarial

DPRA dan Pemerintah Aceh Sepakati KUA–PPAS APBA 2026

Berita

DPRA Gelar Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun 2026

Aceh Besar

Plt Sekda Buka Pelaksanaan TMMD ke-124 Kodim 0101/KBA di Kota Jantho

Parlementarial

Harga Semen Melambung Tinggi, Komisi III DPRA Desak Pemerintah Pastikan Tak Ada Permainan Harga

Pemerintah

Aceh Resmi Memasuki Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sejak 1 Agustus 2026

Aceh

Sekda Aceh Tinjau Pembangunan Gedung Utama MTQ Provinsi di Pijay : Progresnya Capai 91 Persen 

Aceh Besar

Bupati Muharram Idris: Peran PWI Vital Ciptakan Citra Positif Aceh Besar