Home / Ekbis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Kebun Melon BUMG Gairah Muda Gampong Lheu Blang Terendam Banjir

REDAKSI

Kondisi Kebun Melon BUMG Gairah Muda Gampong Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar Yang Terendam Banjir Genangan, pada Sabtu (24/10/2026). Foto: NA

Kondisi Kebun Melon BUMG Gairah Muda Gampong Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar Yang Terendam Banjir Genangan, pada Sabtu (24/10/2026). Foto: NA

ACEH BESAR – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh pada Jumat (23/10/2026) menyebabkan banjir genangan di sejumlah kawasan permukiman dan lahan pertanian.

Salah satu yang terdampak adalah kebun melon milik Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Lheu Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

BUMG GAIRAH MUDA d kelola oleh ketua pemuda bersama anggota. BUMG Gairah Muda yang diketuai oleh Zulkarnen, Bendahara Afit Munandar dan Sekeretaris Yun. Sementara selaku Pengawas Keuchik Suhardi dan Ketua tuha Peut Amiruddin.

Sebelumnya, berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Darul Imarah pada 23 Oktober 2026 secara umum berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir.

Namun, pada sore hingga malam hari, intensitas hujan meningkat secara signifikan. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca jangka pendek (nowcasting) terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah tersebut.

Baca Juga :  KELUHAN PENGEMUDI BECAK: TARIF MASUK PELABUHAN TAPAKTUAN DINILAI MEMBERATKAN

Keuchik Gampong Lheu Blang, Suhardi, yang juga bertindak sebagai pengawas BUMG Lheu Blang, saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026), mengatakan bahwa usaha budidaya melon tersebut melibatkan warga setempat.

Dalam beberapa kali masa tanam, usaha itu telah berkembang dan berhasil menghasilkan panen yang memuaskan. Kebun melon tersebut bahkan telah beberapa kali dikunjungi pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar.

“Mungkin terlalu berlebihan bila saya menyampaikan bahwa usaha penanaman melon oleh BUMG ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Inilah usaha budidaya melon yang sedang kami lakukan saat ini. Jika dilihat dari luas lahan, usaha ini memang tidak terlalu besar, hanya sekitar satu hektare. Namun, dari beberapa tahap penanaman, Alhamdulillah, BUMG Lheu Blang sudah beberapa kali berhasil panen dengan hasil yang sangat memuaskan,” ungkap Suhardi.

Baca Juga :  ESDM Aceh Tegaskan Kewenangan Pengelolaan IUP ada di Tangan Pemerintah Provinsi

Ia menjelaskan, budidaya melon menjadi salah satu usaha unggulan BUMG Lheu Blang di bidang ketahanan pangan. Untuk menjaga kesinambungan produksi dan pasokan ke pasar, lahan seluas sekitar satu hektare tersebut dibagi menjadi tiga zona penanaman dengan tahapan berbeda.

“Ini program favorit BUMG kami. Karena lahan budidaya sangat terbatas, sekitar satu hektare, kami membaginya menjadi tiga zona penanaman. Ada tanaman yang baru ditanam, ada yang sudah berbunga, dan ada pula yang mulai berbuah. Dengan pola bertahap seperti ini, ketersediaan buah melon untuk dipasok ke pasar diharapkan tetap stabil dan berkelanjutan,” kata Suhardi.

Namun, keberhasilan usaha tersebut kini menghadapi ancaman akibat banjir genangan yang merendam lahan setelah hujan lebat pada Jumat malam. Menurut Suhardi, tanaman melon di kebun BUMG Lheu Blang saat ini telah tergenang air. Pihak BUMG pun berupaya mengurangi genangan dengan mengoperasikan beberapa mesin pompa air. Namun, upaya tersebut belum maksimal karena saluran pembuangan juga dipenuhi air.

Baca Juga :  Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.911 per Dolar AS, Investor Soroti Rilis FOMC Minutes

“Kami sangat membutuhkan perhatian pemerintah kabupaten maupun kecamatan untuk mencari solusi agar lahan ini terhindar dari banjir genangan ketika hujan lebat seperti semalam. Saat ini tanaman melon sedang dalam kondisi bagus. Ada yang sudah berbuah, ada yang berbunga, dan ada pula yang baru ditanam,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan pihak kecamatan dapat membantu mencari solusi penanganan banjir di kawasan tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi risiko gagal panen, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah itu.

“Kami sudah berusaha menguras air dengan menggunakan mesin pompa, tetapi hasilnya belum maksimal karena saluran pembuangan juga penuh. Kami sangat berharap ada intervensi dari pemerintah Kabupaten Aceh Besar atau pihak kecamatan untuk t deras kembali terjadi,” pungkasnya.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Lhokseumawe Terpilih Sebagai Lokasi Pembangunan ORF untuk Migas, Wali Kota Harapkan Manfaat Bagi Masyarakat Lokal

Ekbis

Perkuat Rantai Nilai Halal, Bank Indonesia Aceh Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Juleha Standar Kompetensi Nasional

Ekbis

Bupati Aceh Timur Desak Bulog Serap Hasil Panen Gabah dan Jagung Petani

Ekbis

Sebut Sawit Aceh Bebas Deforestasi, Wagub Ajak Perusahaan Global Investasi di Aceh

Ekbis

BSI Aceh Kuncurkan KUR 2024 Capai 3,98 Triliun, Melebihi Target

Ekbis

Menteri ESDM Lantik Mawardi Nur Jadi Kepala BPMA Gantikan Nasri Djalal

Ekbis

Bank Aceh Catat Kinerja Positif di Tahun 2024, Raih Opini WTP dari KAP Heliantono

Ekbis

Update Harga BBM Pertamina per 25 April 2026: Pemerintah Buka Peluang Penyesuaian Lanjutan