Lhokseumawe – Personel Satreskrim Polres Lhokseumawe resmi mengamankan seorang pria berinisial FG (51), mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah. FG ditangkap atas dugaan penipuan modus janji proyek di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi tertanggal 21 Oktober 2025 yang dibuat oleh korban berinisial Z (52), warga Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Peristiwa dugaan penipuan ini berlangsung dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2025.
Berikut adalah rincian kronologinya:
Korban dan tersangka bertemu di rumah dinas Pj Bupati Bener Meriah pada awal Februari 2025. Saat itu, korban menyatakan minat anaknya (yang memiliki perusahaan alat kesehatan) untuk terlibat dalam pengadaan barang di daerah tersebut.
Korban kemudian diperkenalkan kepada FG yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM.
Tersangka meyakinkan korban dengan mengklaim memiliki kedekatan khusus dengan Pj Bupati. Ia menjanjikan kemudahan dalam pengurusan berbagai proyek pemerintah asalkan korban menyerahkan sejumlah uang sebagai “pelicin”.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menawarkan berbagai paket pekerjaan fiktif, di antaranya:
- Pengadaan alat kesehatan di RSUD Muyang Kute.
- Pengadaan cold storage di Dinas Koperasi.
- Pengadaan mobiler di Dinas Pendidikan.
Proyek IPAL, genset, kursi roda, dan pekerjaan instansi lainnya.
Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 696 juta yang diserahkan secara bertahap. Namun, hingga waktu yang dijanjikan, tidak ada satu pun proyek yang terealisasi.
“Motif tersangka adalah untuk keuntungan pribadi, di antaranya untuk membayar utang, biaya berobat, serta kebutuhan lainnya,” ujar AKBP Ahzan, Rabu (8/4/2026).
Akibat perbuatannya, FG kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Tersangka dijerat dengan pasal penipuan yang membawa ancaman Maksimal 4 tahun Denda Maksimal Rp 500 juta.
Editor: Redaksi









