Home / Pemerintah

Kamis, 3 September 2026 - 10:46 WIB

MaTA Desak Pemerintah Aceh Tindak Lanjuti Catatan DPRA Soal APBA 2025

REDAKSI

Koordinator MaTA Alfian mendesak Pemerintah Aceh menindaklanjuti catatan DPRA terhadap APBA 2025, Kamis (3/9/2026).

Koordinator MaTA Alfian mendesak Pemerintah Aceh menindaklanjuti catatan DPRA terhadap APBA 2025, Kamis (3/9/2026).

BANDA ACEH – Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, mendesak Pemerintah Aceh untuk benar-benar menindaklanjuti berbagai catatan kritis dari DPRK/DPRA terkait pelaksanaan APBA 2025. Ia menegaskan agar masukan tersebut tidak sekadar menjadi formalitas politik maupun administratif belaka.

Sebelumnya, DPRA menyampaikan sejumlah catatan penting dalam pertanggungjawaban APBA 2025. Isu yang disorot meliputi kondisi fiskal Aceh, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang menyentuh angka Rp518.458.599.755, percepatan rehabilitasi-rekonstruksi pascabencana, pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), Pendapatan Asli Aceh (PAA), penataan aset, hingga tindak lanjut atas rekomendasi BPK.

Baca Juga :  DPMPTSP Aceh Raih Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 90,19 Kategori Sangat Baik

“Catatan-catatan yang diberikan oleh DPRA itu artinya menerima dengan memberi catatan-catatan. Pertanyaannya, siapa yang akan memastikan catatan-catatan ini benar-benar dilakukan evaluasi dan pembaruan?” ujar Alfian, Kamis (3/9/2026).

Rekomendasi tersebut mengemuka pasca-Rapat Paripurna persetujuan bersama Rancangan Qanun Pertanggungjawaban APBA 2025 pada Kamis (27/8/2026) lalu. Alfian menilai catatan tersebut sangat krusial untuk dijadikan bahan perbaikan konkret, terlebih Pemerintah Aceh dan DPRA akan segera memasuki pembahasan Perubahan APBA 2026.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Pastikan Gas Langsung ke Pangkalan

Ia menambahkan, berkaca dari pengalaman sebelumnya, masukan legislatif sering kali berlalu tanpa perubahan berarti di jajaran eksekutif. Oleh sebab itu, MaTA meminta kedua belah pihak menyampingkan kebijakan berorientasi penguasaan anggaran semata dan berfokus pada pembenahan tata kelola keuangan demi stabilitas pemerintahan.

Baca Juga :  Muswil III DMI Aceh Besok Akan Dibuka Oleh Pj Gubernur

“Sudah saatnya untuk menutup kebijakan-kebijakan yang memang tidak patut ataupun hanya sekadar bicara soal menguasai anggaran. Kondisi pemerintah makin hari makin tidak stabil. Saya pikir ini yang harus difokuskan oleh semua pihak yang bertanggung jawab, terutama eksekutif dan legislatif,” pungkasnya.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Konsisten 18 Kali Beruntun, Pemko Banda Aceh Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

Aceh Besar

Camat Darul Imarah Kembali Salurkan 1.680 Tabung Melon LPG 3 Kg

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Minta Penjualan Kondom di Indomaret dan Alfamart Ditertibkan

Parlementarial

DPRA dan Pemkab Aceh Barat Bahas Dukungan Anggaran RS Regional, Fokus Pelayanan Kesehatan

Parlementarial

DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah, Dorong Ekosistem Keuangan Daerah yang Inklusif

Parlementarial

DPRA Akan Layangkan Surat Ke Polda Aceh Untuk Klarifikasi Kasus Pokja BPBJ

Aceh

Pemerintah Aceh dan HIPMI Bahas Penanganan Darurat Serta Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana Hidrometeorologi

Parlementarial

DPR Aceh serahkan dokumen draft final revisi UUPA ke BK DPR RI