Home / Parlementarial

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:17 WIB

Redam Gejolak di Teupin Raya, DPRA Minta Pemkab Aceh Timur dan DPRK Turun Tangan

REDAKSI

Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Muharuddin, mendesak Pemkab dan DPRK Aceh Timur proaktif menyelesaikan sengketa lahan HGU antara warga Gampong Teupin Raya dan pihak perusahaan demi mencegah gejolak sosial.

Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Muharuddin, mendesak Pemkab dan DPRK Aceh Timur proaktif menyelesaikan sengketa lahan HGU antara warga Gampong Teupin Raya dan pihak perusahaan demi mencegah gejolak sosial.

Banda Aceh — Sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang melibatkan masyarakat Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, dengan sejumlah perusahaan di Aceh Timur memantik perhatian legislatif tingkat provinsi. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendesak pemerintah daerah dan legislatif setempat untuk tidak berdiam diri.

​Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Muharuddin, menegaskan pentingnya langkah proaktif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta DPRK Aceh Timur agar konflik agrarian ini tidak membias menjadi polemik berkepanjangan.

​”Kami mendapat informasi adanya polemik sengketa lahan antara warga dan beberapa perusahaan terkait lahan HGU di Aceh Timur, tepatnya di kawasan Teupin Raya. Ini harus segera disikapi oleh Pemkab dan DPRK setempat, agar polemik yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik,” kata Tgk. Muharuddin menanggapi adanya informasi yang diterima dari warga Aceh Timur terkait adanya polemik sengketa lahan di Teupin Raya, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga :  Komisi III DPRA Desak PT ALIS Lengkapi Perizinan dan Kebun Plasma

​Muharuddin mengingatkan bahwa penanganan yang lambat berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan bijak dari otoritas daerah sangat diperlukan.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Komit Kawal SPMB Ramah Anak: Pendidikan Adil, Aman Psikis & Bebas Diskriminasi

​”Jika didiamkan atau tidak ada penyelesaian, ini bisa bahaya. Pemerintah dan DPRK setempat harus turun tangan mencari solusi penyelesaian polemik tersebut,” ungkap Politisi Partai Aceh ini.

​Masalah Legalitas dan Transparansi Lahan

​Meski mendalami laporan warga, Muharuddin mengaku pihaknya masih memetakan akar persoalan secara menyeluruh. Kendati demikian, laporan awal mengindikasikan adanya dugaan ketidaklengkapan dokumen administrasi dan legalitas dari pihak perusahaan dalam mengelola lahan HGU di wilayah tersebut.

Baca Juga :  MTQ Kemukiman Jruek, Gampong Jruek Bak Kreh Juara Umum

​Politisi senior ini menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik terkait status hukum lahan agar tidak menimbulkan keresahan berlarut-larut.

​”Jadi, kami dari Komisi I DPRA berharap ini dapat diperjelas nantinya ke masyarakat. Jika perusahaan memang memiliki kelengkapan legalitas maka sah-sah saja untuk penggunaan lahannya, namun jika tidak maka itu harus dilengkapi dan diperjelas ke masyarakat, agar tidak terjadi polemik hukum di kemudian hari,” tutupnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

DPRA Minta Pemerintah Serius Tangani Permasalahan TPPO  

Parlementarial

DPRA Desak Hutama Karya Buka Tol untuk MTQ Aceh ke-37

Parlementarial

Fraksi PKS DPRK Banda Aceh Potong Gaji Desember untuk Bantu Korban Banjir Aceh

Parlementarial

Asa PPPK Penuh Waktu akan Dibawa DPR Aceh ke KemenPANRB

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Minta Penjualan Kondom di Indomaret dan Alfamart Ditertibkan

Parlementarial

Aceh Kehilangan Triliun Rupiah, DPRA Desak Bangun Pelabuhan Ekspor CPO Sendiri

Parlementarial

Anggota DPRA Bunda Salma: Pengawalan Transparan Kasus PT BMU Wajib Dilakukan

Parlementarial

Anggota DPRA Armiyadi Minta Pemerintah Aceh Evaluasi Izin Indomaret dan Alfamart