Home / Ekbis

Rabu, 16 September 2026 - 10:06 WIB

Tiga Pemuda Lhokseumawe Rintis Budidaya Lele Tradisional Berawal dari Hobi

REDAKSI

Berawal dari hobi dan obrolan peluang usaha, tiga pemuda di Lhokseumawe sukses merintis budidaya lele tradisional.

Berawal dari hobi dan obrolan peluang usaha, tiga pemuda di Lhokseumawe sukses merintis budidaya lele tradisional.

LHOKSEUMAWE — Berawal dari hobi dan keinginan membangun usaha mandiri, tiga pemuda menekuni budidaya ikan lele secara tradisional dengan memanfaatkan lahan yang tidak digunakan di rumah miliknya.

Ketiga pemuda tersebut, Allam Thoriq (24), Khalish Nur Hidayatullah (24) dan Muhammad Irfan (22), mulai menjalankan usaha budidaya lele pada awal 2026 di pekarangan rumah Allam, di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Mereka menggunakan sistem kolam tradisional.

“Daripada hanya membicarakan peluang usaha, lebih baik kami mencoba langsung. Bagi kami, ini juga menjadi proses belajar membangun usaha dari nol, mulai dari modal, pengelolaan, perawatan hingga pemasaran hasil panen,” kata Allam, Rabu, 16 September 2026.

Baca Juga :  Harga Gabah Melejit di Aceh Besar, Kini Capai Rp 8.200 Per Kg

Allam mengatakan, selain karena suka, usaha tersebut juga berawal dari obrolan bersama kedua rekannya mengenai peluang usaha yang dapat dikelola secara mandiri. Lele kemudian dipilih karena memiliki pasar yang cukup luas dan banyak dikonsumsi masyarakat.

Proses Pemeliharaan dan Perawatan

Saat ini, Allam mengaku memelihara sekitar 10 ribu ekor lele. Proses budidaya dimulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, hingga pemberian pakan dan pemantauan kondisi air secara rutin.

  • Pemberian Pakan: Pakan diberikan sebanyak tiga kali sehari.
  • Penyortiran: Dilakukan secara berkala pada usia dua minggu, minggu keempat, dan setiap dua minggu berikutnya.
  • Tingkat Kematian: Berada di kisaran 20 persen dan masih dalam batas normal, sangat bergantung pada pengelolaan air serta perawatan kolam.
Baca Juga :  Semen Indonesia Perkuat Pasokan di Aceh, Direktur Operasi Tinjau Langsung Fasilitas Produksi dan Distribusi

“Meski terlihat sederhana, ternak lele membutuhkan ketelatenan dan konsistensi. Kami harus memperhatikan kualitas air, pemberian pakan, pertumbuhan ikan, serta risiko penyakit dan kematian ikan,” sebutnya.

Panen dan Pengelolaan Modal

Lele baru dipanen pada usia sekitar 60 hingga 90 hari, tergantung pertumbuhan dan kondisi ikan. Hasil panen kemudian dipasarkan ke pasar di Lhokseumawe serta kepada masyarakat sekitar.

Hasil penjualan tidak seluruhnya dibagi sebagai keuntungan. Sebagian kembali digunakan sebagai modal untuk membeli bibit dan pakan sehingga usaha dapat terus berputar pada siklus berikutnya.

Dalam menjalankan usaha tersebut, Allam bersama Khalish dan Irfan membagi tugas mulai dari persiapan kolam, pemeliharaan hingga pemasaran. Menurutnya, komunikasi, kepercayaan dan pembagian tanggung jawab menjadi hal penting dalam menjaga keberlangsungan usaha bersama.

Baca Juga :  Update Harga Emas di Pegadaian Senin 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24

Harapan ke Depan

Ketiganya berharap budidaya lele tersebut dapat berkembang dari skala kecil menjadi usaha yang lebih besar dengan meningkatkan jumlah produksi dan memperluas pemasaran. Mereka juga berharap usaha tersebut nantinya dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat lainnya.

“Bagi kami, usaha ini adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa anak muda juga bisa menciptakan usaha sendiri. Tidak harus menunggu punya modal besar. Yang penting berani memulai, mau belajar dan konsisten menjalankannya,” imbuh Allam. ***

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Penunjukan Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Aceh Masih dalam Tahap Kajian

Ekbis

Pengembangan 600 Bibit Mangga Kiojay di Aceh Utara Diharapkan Mampu Dongkrak Ekonomi Warga

Ekbis

Perkuat Literasi Ekonomi Syariah, BSI Region Aceh Gelar Media Gathering

Berita

BSI dan Wali Nanggroe Bahas Kolaborasi Pembangunan Aceh

Ekbis

Perkuat Rantai Nilai Halal, Bank Indonesia Aceh Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Juleha Standar Kompetensi Nasional

Daerah

Kedepankan Komunikasi dan Kemitraan yang Erat dengan Media Massa, PT Solusi Bangun Andalas Raih Dua Penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers Indonesia

Ekbis

Fadhil Ilyas Ditunjuk Kembali Sebagai Plt Direktur Utama Bank Aceh Dalam RUPSLB

Aceh

Bank Indonesia Provinsi Aceh Bersama Perbankan Jaga Kelancaran Sistem Pembayaran di Aceh