Home / Daerah

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:17 WIB

TTI: Antrean Panjang Solar di SPBU Harus Diusut, Ada Kaitan dengan Dugaan Pasokan BBM ke Tambang Ilegal?

REDAKSI

Ilustrasi antrean kendaraan di SPBU akibat kelangkaan Solar. Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, meminta PT Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas membuka data distribusi secara transparan guna menjawab spekulasi di tengah masyarakat.

Ilustrasi antrean kendaraan di SPBU akibat kelangkaan Solar. Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, meminta PT Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas membuka data distribusi secara transparan guna menjawab spekulasi di tengah masyarakat.

Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan aparat penegak hukum untuk mengusut penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM jenis Solar yang terus terjadi.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang transparan mengenai penyebab kelangkaan tersebut. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh hanya dijelaskan sebagai persoalan distribusi tanpa didukung data yang terbuka kepada publik.

“Jika kuota dan distribusi Solar berjalan normal, mengapa antrean panjang masih terus terjadi di berbagai daerah? Pertanyaan ini harus dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujar Nasruddin.

Baca Juga :  Mualem Tinjau Abrasi Parah di Lhok Puuk Aceh Utara: Kondisi Darurat, 38 Rumah Hilang Tanpa Jejak

TTI menilai salah satu aspek yang perlu didalami oleh aparat adalah kemungkinan adanya penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi, termasuk dugaan pasokan kepada aktivitas pertambangan ilegal apabila memang ditemukan bukti yang mendukung. Dugaan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional dan berbasis fakta.

TTI meminta aparat melakukan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi Solar bersubsidi, mulai dari depot, penyalur, hingga SPBU, termasuk menelusuri pola pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi mengindikasikan penyalahgunaan.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, Klinik Pratama Adhyaksa Kejati Aceh Gelar Layanan Kesehatan Gratis

“Jangan sampai masyarakat yang berhak justru kesulitan memperoleh Solar, sementara ada pihak-pihak tertentu yang diduga memanfaatkan BBM bersubsidi untuk kepentingan usaha ilegal. Jika memang tidak ada penyimpangan, pemerintah dan Pertamina harus menjelaskannya secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Nasruddin.

TTI menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi harus diperketat agar tepat sasaran dan tidak menjadi sumber keuntungan bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan subsidi negara. Transparansi data distribusi dan penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua Forikan Aceh Ajak Masyarakat Aceh Besar Gemar Makan Ikan

Pihak Pertamina Aceh selaku Penyedia BBM perlu memberikan tanggapan apakah antrian Solar karena stok berkurang atau ada unsur lain permainan spekulan dan penimbun BBM, Pertamina diminta bersikap jujur dan transparan apakah BBM kebutuhan Alat berat di Tambang Ilegal dipasok resmi atau dari pasar gelap demikian pertanyaan penutup dari Nasruddin Bahar Koordinator Transparansi Tender Indonesi TTI. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Aceh Lantik Bupati Singkil: Jaga Sinergi dengan Legislatif dan Libatkan Akademisi

Daerah

Warga Temukan Janin di Bantaran Krueng Doy, Polisi Lakukan Olah TKP

Daerah

Bantuan Daging Meugang dari Presiden Disalurkan untuk Warga Singkil

Daerah

Kunjungan Prabowo ke Takengon, Harapan Baru Bagi Korban Bencana

Daerah

Gelombang Penolakan Pembatasan JKA Meluas, Spanduk Kritik Hiasi Sudut Kota Meulaboh

Daerah

Jelang PSU Pilkada Sabang, Sejumlah Tokoh dan Tim Sukses Tiba di Kota Sabang

Daerah

Polres Nagan Raya Operasa Bibir sumbeng Gratis Untuk 15 Orang

Daerah

Apel Perdana, Wabub Pidie Jaya Ingatkan Transparansi Pengelolaan Aset Daerah