Aceh Besar – Kegiatan Napak Nilas hari ini bertujuan untuk menempuh jejak sejarah dan syiar Islam disamping untuk memperkokoh persatuan para pelatih muda perisai putih Atjeh . Dengan jumlah peserta 50 Askar lebih bergabung.
Untuk rute yang ditempuh adalah titik nol dibelakang pelabuhan Ulee lheu, simpan bundaran Ulee lheuh, Blang Padang,Museum Tsunami, Museum Aceh, makam Sultan Iskandar muda, Mesjid Raya Baiturrahman, shalat berjamaah dan makan siang bersama di Rumah makan Kembang Minang milik salah satu keluarga Besar YPPIA.
Ba’da Zhuhur menuju Sp.Surabaya, luengbata,perbatasan kota langsung menuju Bendungan Karet di Pagar Air ( Jurong peujera) shalat Ashar di mesjid Lambaro dan kembali ke MABES PUSAT di Lampreh Lamteungoh.
Kegiatan ini didukung oleh Yayasan Perisai Puteh Indatu Atjeh dan semua Askar, pengawasan dibantu oleh Dewan Guree dan Alumni Para pelatih muda PPA. Pelepasan Napak Tilas dilaksanakan di Mabes oleh Gureei Hamdan dan di titik nol Ulee lheuh oleh Gureei Muslim Muhammad, Ys, ST. Serta dibantu oleh Pandekar PTD Aceh Pang Rusli dan Suherman sedangkan Driver dan Cameramen dibantu oleh Gureei Senior Teuku Fauzi.
Napak Tilas adalah motivasi dan rekam jejak sejarah untuk mendidik generasi muda perisai putih Atjeh dalam mengenang sejarah dan budaya bangsa,bersikap mandiri,gotong royong,kebersamaan,persatuan dan menilai kehidupan, berjalan kaki menempuh jarah 15-20 KM sampai finish bermodal 30.000 Rupiah pembekalan dan minuman seadanya, menulis dan mengambil hikmah dari setiap rute perjalanan yang panjang.
Terimakasih kepada semua pengurus dan wali murid serta semua yang telah membantu kegiatan ini,
Saleum Tradisi,Saleum Ateuh Gareh Indatu, Saleum silet Nanggroe Ngon Mulia Sabee..!
Editor: Redaksi









