Banda Aceh – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, bersama Anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, Mehran Gara, menghadiri acara pelantikan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banda Aceh Masa Bakti XXIII.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Gedung Aula Utama Balai Kota Banda Aceh pada Rabu pagi (10/06/2026).
Hadir dalam acara ini Wali Kota Banda Aceh, jajaran unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Pendidikan, pengurus PGRI Provinsi Aceh, serta ratusan guru dari berbagai jenjang sekolah di wilayah Banda Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, memberikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi luar biasa para guru di Kota Banda Aceh. Menurutnya, PGRI adalah mitra strategis pemerintah dan legislatif dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, cerdas, dan berkarakter.
“Selamat atas dilantiknya kepengurusan PGRI Kota Banda Aceh yang baru untuk Masa Bakti XXIII. DPRK Banda Aceh siap membangun sinergi yang lebih kuat untuk memastikan bahwa aspirasi para guru didengar dan kesejahteraan mereka terus diperjuangkan,” ujar Daniel Abdul Wahab di sela-sela acara.
Daniel menekankan bahwa di tengah tantangan digitalisasi pendidikan tahun 2026, peran guru tidak akan pernah bisa tergantikan oleh teknologi sekeren apa pun. Figur guru tetap menjadi teladan moral dan spiritual bagi anak-anak didik di sekolah.
Senada dengan pimpinan DPRK, Anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh yang membidangi sektor pendidikan, Mehran Gara, menyatakan komitmen komisinya untuk terus mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada dunia pendidikan kota.
Mehran Gara menggaris bawahi dua hal krusial yang menjadi perhatian Komisi IV ke depan, yaitu peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan dan pemenuhan hak-hak guru, khususnya guru honorer dan kontrak.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus perhatian bersama meliputi:
Pemerataan Kualitas Pendidikan: Mendorong program sertifikasi dan pelatihan teknologi agar guru di seluruh pelosok Banda Aceh memiliki standar kompetensi yang merata.
Perlindungan Profesi: Memastikan adanya rasa aman bagi para guru dalam menjalankan tugas mulianya di sekolah tanpa adanya intervensi negatif.
Advokasi Anggaran: Mengawal alokasi anggaran pendidikan di APBK Banda Aceh agar tepat sasaran, baik untuk renovasi fasilitas sekolah maupun tunjangan kesejahteraan guru.
Harapan Besar untuk Pengurus Baru
Pelantikan pengurus baru PGRI Masa Bakti XXIII ini diharapkan membawa energi baru dan inovasi segar dalam roda organisasi. Ketua PGRI Banda Aceh terpilih bersama jajaran pengurusnya mengambil sumpah jabatan dengan tekad untuk terus membawa organisasi ini menjadi wadah yang solid dan profesional.
Acara pelantikan ini ditutup dengan pemberian ucapan selamat secara langsung oleh Daniel Abdul Wahab, Mehtan Gara, bersama Pj Wali Kota Banda Aceh kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, dilanjutkan dengan sesi foto bersama bersama para guru yang hadir memenuhi ruangan aula. [Adv]
Editor: Redaksi









