BENER MERIAH — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah resmi memulai proses tender untuk sejumlah paket proyek pembangunan infrastruktur. Seluruh pengerjaan ini dibiayai melalui dana Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar sebagai langkah percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir tahun lalu.
Pengumuman paket pekerjaan telah ditayangkan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bener Meriah sejak 28 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga September mendatang.
Salah satu pengerjaan dengan alokasi anggaran terbesar adalah pembangunan Box Culvert dan Retaining Wall Wih Delung Semayun di Kecamatan Bukit yang mencapai Rp 4,8 miliar.
Selain proyek tersebut, dana Bankeu diarahkan untuk pembangunan serta perbaikan sejumlah jembatan dan ruas jalan lain:
Jembatan Gayo Setie (Kecamatan Gajah Putih): Rp 1,5 miliar
Jembatan Wih Tenang Toa 1 / Bakongan 1 (Kecamatan Permata): Rp 2 miliar
Jembatan Pantan Lues (Kecamatan Timang Gajah): Rp 2 miliar
Jembatan Ramung Jaya (Kecamatan Permata): Rp 1,9 miliar
Jembatan Suka Ramai (Kecamatan Wih Pesam): Rp 2,15 miliar
Jembatan Gantung Berawang Meru Blang Panu (Kecamatan Syiah Utama): Rp 939 juta
Jembatan Jamur Atu Jaya 1 (Kecamatan Mesidah): Rp 2 miliar
Turap Penahan Tanah (TPT) Jalan Sp. Teritit-Totor Lah (Kecamatan Wih Pesam): Rp 660 juta
Peningkatan Jalan Wih Tenang Toa-Timur Jaya (Kecamatan Permata): Rp 470 juta
Peningkatan Jalan Makmur Sentosa-Terminal Pondok Baru (Kecamatan Bandar): Rp 1,4 miliar
Rekonstruksi Jalan Bale Atu-Sp. Bandara (Kecamatan Bukit): Rp 1,2 miliar
Penyesuaian Desain Konstruksi
Kepala Dinas PUPKP Bener Meriah, Alpahmi, menjelaskan adanya penyesuaian teknis pada pembangunan Jembatan Perumpakan. Rencana awal yang menggunakan konstruksi lantai dan gelagar berbahan Bailey terpaksa diubah karena ketersediaan material yang terbatas.
“Semula direncanakan konstruksi lantai dan gelagar menggunakan Bailey. Namun karena Bailey tidak tersedia, kita revisi menggunakan konstruksi konvensional beton bertulang,” terang Alpahmi saat dikonfirmasi AJNN, Minggu (30/8/2026).
Langkah penyesuaian material dilakukan agar pelaksanaan pembangunan fisik tidak mengalami hambatan di lapangan. Alpahmi berharap seluruh tahapan tender dapat berjalan lancar sehingga pengerjaan bisa segera dimulai.
“Kita berupaya menyegerakan proses pekerjaan agar segera dapat digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nazarullah
Editor: Dahlan











