Home / Nasional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Mendagri Ungkap Tantangan Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Rekonstruksi Ditargetkan Rampung Tiga Tahun

REDAKSI

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana banjir di Sumatra membutuhkan waktu hingga tiga tahun karena luasnya area terdampak, kerusakan yang masif, serta kendala, cuaca ekstrem dan bencana susulan. Rabu, 21/10/2026.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana banjir di Sumatra membutuhkan waktu hingga tiga tahun karena luasnya area terdampak, kerusakan yang masif, serta kendala, cuaca ekstrem dan bencana susulan. Rabu, 21/10/2026.

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengungkap sejumlah tantangan dalam penanganan dan pemulihan pascabencana banjir di Sumatra. Tantangan utamanya luas area terdampak serta kerusakan infrastruktur publik yang masif.

“(Ada) tiga provinsi, 53 kabupaten kota, ratusan jalan, ribuan jembatan, ribuan sawah dan apa, perikanan, tambak, belum lagi rumah ibadah, sekolah, ini masif sekali,” kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026.

Baca Juga :  Operasional Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Sastranegara Kembali Dibuka Pasca-Erupsi Gunung Anak Krakatau

Mendagri menegaskan rekonstruksi serta rehabilitasi direncanakan rampung dalam tiga tahun. Mengingat, besarnya skala kerusakan fasilitas umum dan pemukiman warga.

”Nah, ini takes time, perlu waktu, enggak bisa dikerjakan satu tahun, tiga tahun kita rencanakan,” ungkap Tito.

Selain itu, rekonstruksi di lapangan kerap terkendala cuaca ekstrem. Kondisi itu pemicu terjadinya bencana susulan secara berulang di lokasi pengerjaan.

Baca Juga :  Prabowo Puji Mualem di SPIEF Rusia: Eks Panglima GAM, Kini Bisa Bersatu

“Ini bukan bencana sekali terjadi kemudian kita bisa fokus pada pembangunan, sudah dibangun jembatannya, terseret lagi, jalannya sudah dibangun, longsor lagi, tumpukan lumpur yang sudah dibersihkan, tumpuk lagi di beberapa tempat,” jelas Tito.

Tito mengungkapkan bencana susulan juga masih terjadi setelah banjir bandang melanda Sumatra pada akhir November 2025. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan percepatan pemulihan infrastruktur di Sumatra.

Baca Juga :  DJP Mulai Pungut PPh Pasal 22 Transaksi Pedagang Online Lewat Marketplace per 1 November 2026

“Bencana susulannya jalan terus, dan memang ini agak sedikit ironis di daerah-daerah bagian barat Sumatra ini, itu banjirnya tinggi, curah hujan tinggi sekali, sementara di bagian timur kekurangan air, mengakibatkan kebakaran hutan lahan, kira-kira gitu,” ujar Tito.

Penulis : Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Biaya Haji 2025 Turun, Ini Nominal yang Disepakati

Nasional

Prabowo Optimis dengan Ekonomi Indonesia, Danantara Jadi Kunci Sukses

Nasional

Wagub Aceh Bahas Rencana Investasi dengan Dubes UEA

Nasional

Rutan Kelas IIB Ternate Gelar Razia Insidentil, Amankan Sejumlah Barang Terlarang di Blok Hunian

Nasional

Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi Kamtibmas lewat Safari Ramadhan di DPRD

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Layani Kesehatan Gratis dan Bagikan Bahan Makanan di Puncak Jaya

Nasional

Perkuat Industri dan Sosial, Wagub Aceh dan Dirut SIG Bahas SIA Laweung dan Pelabuhan Strategis

Hukum

Bongkar 96 Kasus BBM Ilegal Sepanjang 2026, Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Gakkum dan Ekonomi Legal